Pengertian DoS Attack

dos-attack-schema

Denial of Service attack atau DoS Attack berhubungan dengan jaringan komputer, lebih tepatnya jaringan keamanan komputer. DoS Attack merupakan salah satu tipe serangan yang paling umum diantara serangan jaringan lainnya.

DoS Attack merupakan tipe serangan dengan cara membanjiri target network dengan sejumlah traffic yang tidak berguna, agar network yang menjadi korban tersebut overload (tidak sanggup lagi menanggapi begitu banyaknya request) yang pada akhirnya membuat jaringan tersebut bertekuk lutut (mati). Salah satu tujuan DoS Attack ini adalah membuat layanan dari korban (target serangan) tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Contoh website yang terkena serangan ini tampilannya menjadi ‘temporarily unavailable’, jadi user tidak bisa mengakses website tersebut. DoS Attack biasa menyerang layanan-layanan vital seperti banking, e-commerce atau perusahaan kartu kredit.

DDoS (Distributed Denial of Service) Attack menjadi bentuk cara lainnya, serangan ini lebih kuat dan lebih sulit untuk dideteksi. Jika dibandingkan, serangan DoS berasal hanya dari satu tempat asal, sedangakan serangan DDoS berasal dari beberapa IP addresses yang terdistribusi melalui dua atau lebih jaringan.

dos_figure_4

Cara melindungi dari serangan DoS/DDoS:
Serangan DoS dapat dengan mudah di tangani dengan cara mem-blacklist target IP (atau beberapa IP) yang diketahui membuat terlalu banyak koneksi (request) terhadap server. Sedangkan serangan DDoS sangat rumit untuk dapat diproteksi, karena sulit untuk membedakan mana request yang asli dari user dengan request yang telah terinfeksi oleh DDoS (zombie). Mengambil tindakan dengan cara menaikkan level firewall untuk mem-blacklist beberapa IP yang dicurigai dapat mengakibatkan false positives dimana dapat mengganggu traffic dari request yang asli.

Beberapa metode yang digunakan untuk melancarkan serangan DoS:

  • SYN Flood Attack
  • Ping Flood Attack (Ping of Death)
  • Teardrop Attack
  • Peer-to-Peer Attacks

Menyusup ke Sistem Dalam 15 Detik (1)

systemintrusion

systemintrusion

Menyusup ke dalam sistem dalam waktu 15 detik dapat dilakukan, bahkan, jika terdapat kelemahan dan celah keamanan, memasuki sebuah sistem dapat dilakukan kurang dari 15 detik. Untuk melakukan panduan berikut, dibutuhkan koneksi internet.

DISCLAIMER
Penyalahgunaan informasi dalam panduan ini dapat mengakibatkan tuntutan 
pidana terhadap orang-orang bersangkutan. 
Penulis tidak akan bertanggung jawab dalam hal apapun 
baik tuntutan pidana maupun biaya yang diajukan kepada 
setiap individu yang menyalahgunakan informasi 
dalam panduan ini untuk melanggar hukum.
(Catatan: Panduan ini dibuat hanya untuk tujuan informasi dan edukasi.)
  • Klik Start
  • Masuk ke Run
  • Jika tidak ada dalam menu Start, search lalu ketik Run, Enter
  • Ketik Winipcfg, Enter

winipcf1

Angka untuk tiap baris (Adapter address, IP address, ets) akan berbeda. Jika anda menggunakan akses internet Dial-Up, anda dapat menemukan IP address anda di pilihan menu dropdown ‘PPP Adapter’. Jika menggunakan akses internet seperti DSL, Cable, dll, IP address anda dapat ditemukan pada pilihan menu dropdown ‘PCI Busmaster’, ‘SMC Adapter’, dll. Catat informasi IP address anda, tutup jendela window lalu:

  • Klik Start
  • Run
  • Ketik command, Enter

Atau

  • Klik Start
  • Search ‘cmd’ / ‘command’ / ‘command prompt’, Enter

winnt31

Pada command prompt, ketik:

  • nbtstat -A (IP address)

(IP Address) diisi dengan IP Address yang sudah dicatat
Misal: nbtstat -A 207.175.1.1

Catatan: Pengetikan huruf A harus dengan huruf kapital

Setelah IP Address dimasukkan, tekan Enter. Akan muncul perkiraan gambaran kira-kira seperti ini:

 __________________________
 Name    Type          Status
 ------------------------------------
 X-1     <00>UNIQUE    Registered
 WORK    <00>GROUP     Registered
 Y-1     <04>UNIQUE    Registered
 Z-1     <20>UNIQUE    Registered
 WORK    <1E>GROUP     Registered
 WORK    <1D>UNIQUE    Registered
 __MSBROWSE__.<01>GROUP Registered

*Beberapa info telah diubah

Angka di dalam tanda <> adalah ‘hex code values’. Yang ingin kita cari disini adalah ‘Hex Code’ dengan angka <20>. Jika anda tidak dapat menemukan hex code <20> pada daftar maka berlega hatilah. Jika anda memiliki hex code <20> dalam daftar, anda harus berhati-hati.

Hex code <20> menginformasikan bahwa ‘file and printer sharing’ dalam keadaaan ‘ON’. Disinilah hacker akan melakukan pengecekan pertama kalinya jika ia menyusup dalam sistem anda. Jika hacker mengetahui dalam sistem anda terdapat ‘file and printer sharing’ dalam keadaan ON, maka hacker dengan mudah mendapatkan akses ke dalam sistem anda.

Mengaktifkan Fitur Telnet pada Windows Vista dan 7

telnet_login_1
Jika anda menggunakan telnet pada Windows XP, maka telnet command sudah ‘enabled by default’. Sebaliknya pada Windows Vista dan 7, telnet command ‘disabled by default’.

Pesan error yang muncul jika ingin menggunakan telnet command di Vista dan 7:

‘telnet’ is not recognized as an internal or external command, operable program or batch file.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, secara manual dapat dilakukan langkah berikut:

  • Masuk ke Control Panel
  • Klik ‘Uninstall a program’ dibawah Menu ‘Programs’
  • Jika komputer anda menggunakan Classic View, maka cari menu ‘Programs and Features’
  • Pada panel sebelah kiri dibawah menu ‘Tasks’, klik ‘Turn Windows features on or off’
  • Jendela baru akan muncul, cari dan klik pilihan
Telnet Client
Telnet Server (optional)
  • Setelah di klik kemudian OK
  • Selesai

Cara Rename Tombol START pada Windows XP

renametombolstartwindoesxp

Berikut cara mengubah nama (Rename) tombol START pada Windows XP:

LANGKAH 1: Bypassing Windows File Protection

  • Masuk My Computer, klik Tools > Folder options > View
  • Pilih pilihan ‘Show all hidden files and folders’ dan uncheck pilihan ‘Hide protected operating system files’ lalu uncheck juga pilihan ‘Hide extension for known file types’
  • Masuk ke C:\windows\system32\restore, pilih file ‘filelist.xml’, klik kanan, klik properties dan uncheck pilihan read-only
  • Buka file ‘filelist.xml’ menggunakan Notepad.
  • Ketik tambahan baris ini: %systemroot%\explorer.exe (seperti pada contoh dibawah) dan save file
<exclude>
<rec> %systemroot%\explorer.exe</rec>
<rec> %windir%\system.ini</rec>
<rec> %windir%\tasks\desktop.ini</rec>
<rec> %windir%\win.ini</rec>
<rec> *:\AUTOEXEC.BAT </rec>
<rec> *:\CONFIG.MSI</rec>
<rec> *:\CONFIG.SYS </rec>
  • Masuk ke C:\windows\system32\dllcache, ada backup copy ‘explorer.exe’. Ubah namanya menjadi ‘explorer.bak’

LANGKAH 2: Merubah nama Tombol START

  1. Gunakan tool Resource Hacker, (bila belum terinstall anda dapat mengunduh disini) buka file ‘explorer.exe’ yang terletak di C:\Windows
  2. Expand string, expand 37, klik 1033
  3. Di samping kanan, ubah nama START menjadi nama apapun yang dikehendaki, misal: “Tes!” lalu tekan tombol compile script.
  4. Ulangi prosedur nomor 2 diatas untuk string 38, 1033.
  5. Save di file menu, jika error muncul ulangi langkah prosedur 3 dan 4.
  6. Restart komputer, selesai.